Sinarmatahari tembus menembus dindingdinding gedhek salingsilang
Debudebu terbangmelayang dalam hingarbingar sinar matahari pagi
:Tungku tetap mengepul di pawon
Berkarat dalam remahremah jagung
Namun aku suka. Namun aku mau.
Bocah pipis ditengah ruangtamu. Tak usah diguyur tak apa
sebab lantainya tanah. Biar pipisnya meresap menjadi humus bagi kacanghijau
Panas siangini mengikis sisisisi gedhek silangsilang
Mata mengernyit. Panas mencicit.
Sitisiti memerah. Sitisiti pecahpecah. Sitisiti kering.
pelembab dipaksa mengkilapkanlagi
baumu kering: terbakar.
Si angin terus melanglngbuana di sepanjang ujung sore.
Belaiannya menusuk gedhek hingga ketulangku yangkering bertambah kering
Si angin jedagjedug. Menggandeng malam. Tambah dingin menusuk
tulangbelulang.
Bayu berulah. Bayu nakal.
Bayu menelanjangi gedhek dengan sekali cumbuan.
(hempasan)
Gedhek luluhlantak. Tungku tak mengepul.
Remahremah roti basibasibasi. Nasi aking melengkinglengking.
Persetan..
Kau hancurkan gedhekku.
Jogja, 31 Maret 2010
Kamis, 15 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar